Heart to Cahaya

Diposting oleh Pudiyarsari P
Langit tidak nampak terik, cukup lembut bahkan, dibalut angin sepoi-sepoi, menembus kulit yang lelah berkeringat, seakan menyejukkan.
Langit berwarna putih, beradu sendu, sore kali ini nyaman untuk berbaring dan merehatkan badan.

Suara pujian setelah azan asar, meliuk cukup santun di telinga. Lamat-lamat terbawa angin, terbawa juga ingatan tentang kenyataan pernikahan seorang Cahaya.

 "Aduh. Mulai nih. Ngantuknya!", batin Cahaya.
Waktu menyongsong sore, Cahaya belum mandi. Di kursi ruang tamu ia berbaring sembari terdiam, matanya memejam. Serrr. Cahaya tetiba pulas begitu saja.

Next.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Pudiyarsari Blogger Copyright © 2013 Design by Pudiyarsari Prastyoko