Langit berwarna putih, beradu sendu, sore kali ini nyaman untuk berbaring dan merehatkan badan.
Suara pujian setelah azan asar, meliuk cukup santun di telinga. Lamat-lamat terbawa angin, terbawa juga ingatan tentang kenyataan pernikahan seorang Cahaya.
"Aduh. Mulai nih. Ngantuknya!", batin Cahaya.
Waktu menyongsong sore, Cahaya belum mandi. Di kursi ruang tamu ia berbaring sembari terdiam, matanya memejam. Serrr. Cahaya tetiba pulas begitu saja.
Next.
0 komentar:
Posting Komentar