Mungkin.

Diposting oleh Pudiyarsari P 0 komentar
Sudah aku tulis.
Kali ini.
Tentang cerita esok.
Tentang yang akan hilang.

Halaman yang mungkin cukup asing bagi suatu moment
Arak-arak an yang digiring matahari yang kian meninggi
Benda-benda yang masih basah bertabur bunga yang baru saja dipetik dari kenangan

Diam.
Menunggu catatan ingatan mengukir resah.

Alat mandi dari keheningan ruang yang selalu dikuras
Meja makan yang telah patah, ku yang patahkan, jatuh di situ
Gudang yang kini mengotor lagi setelah ku rangsum dalam glangsing
Kamar belakang yang kalut oleh setiap dukaku
Kamar utama yang bukan aku yg diutamakan
Ruang tamu yang segala cerita telah jatuh curah tanpa kesempatan kedua

Ah. Lanjutku, genang.

Kantukku yang mengakar dan penuh hina
Kipas yang diam, kaca yang remuk,
Seka-seka keringat, aku tak lagi beruntung
Menikmati ke- gama -an ku.

01.48 hari setelah runtuh.

Masih coba mengulur otak untuk berputar pada remuk yang tak tergerai.

Diamlah, pisau.
Gunting biarlah mengutuk kepalsuan.


Usir

Diposting oleh Pudiyarsari P 0 komentar
Aku meminta 
Walau tanpa kata

Tahu malu ga, bila ada maunya! Mari saksikan.

1, panggil jemputan untuk usir
2, tendang lempar untuk usir

Pada otak yang ga ngotak. Curah,

Kau paksa pulang. Kata itu lantang: Ga usah datang lagi.

 

Pudiyarsari Blogger Copyright © 2013 Design by Pudiyarsari Prastyoko