Kali ini.
Tentang cerita esok.
Tentang yang akan hilang.
Halaman yang mungkin cukup asing bagi suatu moment
Arak-arak an yang digiring matahari yang kian meninggi
Benda-benda yang masih basah bertabur bunga yang baru saja dipetik dari kenangan
Diam.
Menunggu catatan ingatan mengukir resah.
Alat mandi dari keheningan ruang yang selalu dikuras
Meja makan yang telah patah, ku yang patahkan, jatuh di situ
Gudang yang kini mengotor lagi setelah ku rangsum dalam glangsing
Kamar belakang yang kalut oleh setiap dukaku
Kamar utama yang bukan aku yg diutamakan
Ruang tamu yang segala cerita telah jatuh curah tanpa kesempatan kedua
Ah. Lanjutku, genang.
Kantukku yang mengakar dan penuh hina
Kipas yang diam, kaca yang remuk,
Seka-seka keringat, aku tak lagi beruntung
Menikmati ke- gama -an ku.
01.48 hari setelah runtuh.
Masih coba mengulur otak untuk berputar pada remuk yang tak tergerai.
Diamlah, pisau.
Gunting biarlah mengutuk kepalsuan.